Dunia cosplay kembali menjadi perhatian setelah aksi seorang cosplayer menjual minuman yang disebut sebagai “feet juice” dalam sebuah acara komunitas di China. Bukan minuman biasa, cairan tersebut diklaim dibuat menggunakan air lemon yang sebelumnya digunakan untuk merendam kaki.
Minuman unik tersebut dijual dengan harga sekitar 50 yuan atau setara Rp133 ribu per gelas. Harga dan cara pembuatannya sontak mengundang perhatian pengunjung hingga warganet di media sosial.
Dalam konsep yang ditawarkan, air yang telah dicampur dengan irisan lemon digunakan untuk merendam kaki sang cosplayer. Setelah proses tersebut, cairan kemudian dikemas dan ditawarkan kepada pengunjung sebagai produk yang memiliki unsur sensasi tersendiri bagi penggemar cosplay.
Fenomena semacam ini menunjukkan bagaimana industri event cosplay tidak hanya menghadirkan kostum dan penampilan karakter, tetapi juga berbagai bentuk interaksi unik antara cosplayer dan pengunjung.
Produk yang ditawarkan dengan konsep kontroversial tersebut kemudian menjadi bahan perbincangan karena dianggap tidak lazim. Sebagian orang melihatnya sebagai aksi pemasaran yang sengaja dibuat untuk menarik perhatian, sementara lainnya mempertanyakan aspek kebersihan dan kelayakan minuman tersebut.
Harga sekitar Rp133 ribu untuk satu gelas juga membuat aksi tersebut semakin mencuri perhatian. Nilai yang cukup tinggi untuk sebuah minuman menjadi salah satu faktor yang membuat cerita ini ramai dibahas.
Setelah informasi mengenai “feet juice” beredar, reaksi publik pun bermunculan. Banyak warganet mengaku merasa jijik dan mempertanyakan alasan seseorang bersedia membeli minuman dengan konsep tersebut.
Kontroversi semakin besar karena produk tersebut berkaitan langsung dengan kaki, sehingga aspek higienitas menjadi perhatian utama. Minuman yang dikonsumsi manusia tentu membutuhkan proses pengolahan yang aman dan memenuhi standar kebersihan.
Di sisi lain, aksi tersebut juga memperlihatkan bagaimana konsep ekstrem atau tidak biasa dapat dengan cepat menjadi viral ketika dipadukan dengan budaya fandom dan event cosplay.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi penyelenggara acara untuk memastikan setiap aktivitas komersial di area event tetap memperhatikan keamanan, kesehatan, dan kenyamanan pengunjung.
Produk makanan maupun minuman yang dijual kepada publik idealnya memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan. Kreativitas dalam membuat atraksi atau produk juga perlu diimbangi dengan pertimbangan terhadap risiko kesehatan.
Fenomena “feet juice” pada akhirnya menjadi salah satu contoh bagaimana strategi pemasaran yang tidak biasa dapat memicu perhatian besar. Terlepas dari kontroversinya, kejadian tersebut menunjukkan bahwa dunia cosplay dan event fandom terus berkembang dengan berbagai bentuk kreativitas dan interaksi yang semakin beragam.